Pengertian
Iklan
"Iklan
merupakan suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk dan menggiring
orang untuk mengambil tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan."
(Durianto, 2003, p.l).
"Iklan
bisa di definisikan sebagai bentuk komunikasi nonpersonal yang menjual
pesan-pesan persuasif dari sponsor yang jelas untuk mempengaruhi orang membeli
produk dengan membayar sejumlah biaya untuk media." (Kriyantono, 2008, p.
174).
Iklan adalah
komunikas komersial dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan
produk-produknya yang di transmisikan ke suatu khalayak target melalui media
bersifat missal seperti televisi, radio, koram, majalah dirrect mail
(pengeposan langsung), reklame ruang luar, atau kendaraan umum. (Lee, 2004)
Dengan demikian
iklan dapat didefinisikan sebagai salah satu jenis teknik komunikasi massa
dengan membayar ruangan atau waktu untuk menyiarkan informasi tentang barang
dan jasa yang di tawarkan oleh si pemasang iklan (Suhandang, 2005).
Jenis-Jenis Iklan
Alo Liliweri (1992) mempunyai pendapat sendiri tentang pembagian
jenis-jenis iklan. Ia membaginya dalam dua kelompok besar, yaitu pembagian
secara umum dan pembagian secara khusus.
A. Pembagian
Iklan Secara Umum
1. Iklan Tanggung Jawab Sosial
Yaitu
iklan yang bertujuan untuk menyebarkan pesan yang bersifat informatif,
penerangan, pendidikan agar membentuk sikap warga sehingga mereka bertanggung
jawab terhadap masalah sosial dan kemasyarakatan tertentu. Misalnya iklan
anjuran dan iklan penggambaran sosial.
2. Iklan Bantahan
Yaitu
iklan yang digunakan untuk membantah atau melawan atas sesuatu isu yang
merugikan dan memperbaiki citra seseorang, perusahaan atau merek yang tercemar
akibat informasi yang tidak benar. Ciri khas iklan ini adalah menempatkan
komunikator (bisa perorangan atau lembaga) sebagai pihak yang teraniaya atau
dirugikan oleh pihak lain. Tujuan
dari iklan bantahan antara lain: mengeliminasi iklan yang tidak benar dan tidak
menguntungkan; meluruskan (membelokkan) isu tersebut pada porsi yang benar,
sesuai dengan maksud perusahaan; membangun simpati khalayak; membangun opini
publik bahwa perusahaan berada pada posisi yang benar.
3. Iklan
Pembelaan
Iklan
ini merupakan ‘lawan’ dari iklan bantahan. Bila iklan bantahan si pengiklan
berada pada posisi membantah, maka dalam iklan pembelaan, komunikator justru
berada dalam posisi membela komunikator. Tujuan dari iklan ini adalah
memperoleh simpati dari khalayak bahwa perusahaan berada dalam posisi yang
benar. Contoh yang biasanya ditemunkan tentang iklan jenis ini adalah iklan
yang terkait dengan hak paten.
4. Iklan
Perbaikan
Yaitu
iklan untuk memperbaiki pesan-pesan tentang sesuatu hal yang terlanjur salah
dan disebarluaskan melalui media. Istilah lain iklan ini adalah iklan ralat
atau iklan pembetulan. Iklan ini bertujuan untuk meralat informasi yang salah,
sehingga publik tetap mendapatkan informasi yang benar. Sisi negatif iklan ini
adalah dengan menyampaikan iklan perbaikan, terkesan bahwa pengiklan tidak
cermat dalam perencanaan tentang sesuatu, sehingga kredibilitas pengiklan akan
turun.
5. Iklan
Keluarga
Yaitu
iklan dimana isi pesan-pesannya merupakan sebuah pemberitahuan dari pengiklan
tentang terjadinya suatu peristiwa kekeluargaan kepada keluarga/khalayak
lainnya. iklan keluarga biasanya lebih banyak berbentuk iklan kolom dan
display, tidak banyak berisi ilustrasi gambar, dan lebih mengandalkan pesan
tertulis. Contoh iklan ini adalah iklan tentang kematian, pernikahan, wisuda,
dan lain-lain.
B. Pembagian
Iklan Secara Khusus
1. Berdasarkan Media yang Digunakan
Secara umum pembagian iklan
berdasarkan media yang digunakan terbagi dua, yaitu iklan above the line dan
iklan below the line.
- Iklan media above the line adalah media yang bersifat massa. Massa yang dimaksud adalah bahwa khalayak sasaran berjumlah besar dan menerpa pesan iklan secara serempak. Media yang termasuk kategori above the line yaitu: surat kabar, majalah, tabloid, televisi, film, radio, dan internet.
- Iklan below the line adalah iklan yang menggunakan media khusus. Yang termasuk media-media below the line adalah: leaflet, poster, spanduk, baliho, bus panel, bus stop, point of purchase (POP), sticker, shop sign, flayers, display, dan lain-lain.
Selain
berdasarkan kategori umum, iklan juga dibagi dalam kategori khusus berdasarkan
jenis media yang dipakai. Berdasarkan media yang digunakan, iklan dapat dibagi
dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:
1. Iklan Cetak
Yaitu iklan yang dibuat dan dipasang
dengan menggunakan teknik cetak, baik cetak dengan teknologi sederhana maupun teknologi
tinggi. Beberapa bentuk iklan cetak yaitu: iklan cetak surat kabar, ikaln cetak
baliho, iklan cetak poster, iklan spanduk, dan lain-lain. Berdasarkan luas
space yang dipakai, khusus untuk media cetak suratkabar, majalah, dan tabloid,
iklan-iklan dalam media ini dikenali dalam tiga bentuk iklan, yaitu:
- Iklan Baris
Iklan ini disebut dengan iklan baris
karena pesan yang dibuat hanya terdiri dari beberapa baris kata/kalimat saja
dan biaya yang dikenakan dihitung perbaris, dan harganya relatif murah. Biasanya
iklan baris ini tidak lebih dari 3-4 baris dengan luas tidak lebih dari satu
kolom. Bahasa yang digunakan dalam iklan baris umumnya singkat, penuh
makna, dan sangat sederhana. Barang yang diiklankan dalam iklan baris sangat
beragam, meliputi barang, jasa, ucapan syukur, ucapan selamat, mencari jodoh,
dan lain sebagainya.
- Iklan Kolom
Iklam kolom memiliki lebar stu
kolom, namun lebih tinggi dibanding iklan baris. Selain pesan verbal tertulis,
dimungkinkan ula pesan nonverbal sebagai ilustrasi gambar, simbol, lambang
maupun tanda-tanda visual lainnya walu tidak terlalu bervariasi dan sangat
terbatas. Contoh iklan ucapan selamat, duka cita, menawarkan barang dan jasa,
pendidikan, panggilan (terhadap seseorang, lelang, dsb), peringatan (dagang
paten, dsb), undangan terbuka, serta lowongan kerja.
- Iklan Advertorial
Iklan yang berkesa sebagai sebuah
berita. Dalam tatarama periklanan Indonesia, iklan dengan tnik ini diharuskan
diberi keterangan “advertorial” atau “iklan” untuk membedakannya dengan
berita.Isi pesan advertorial ini sangat beragam antara lain: iklan layanan
pengobatan alternatif, kesehatan, jasa penyelenggaraan even, wisata,
nstitutonal advertising, dan sebagainya. Bila dipasag oleh pemerintah, biasanya
berisi pesan tentang pariwisata, perkembangan daerah, potensi alam, menggugah
kesadaran berpartisipasi dalam pembangunan, pendidikan, kesetiakawanan sosial,
tertib dan sadar ukum, dsb.
- Iklan Display
Lebih luas dari iklan klom sehingga
dapat mendisplay (memperlihatkan) ilustrasi berupa gambar-gambar baik foto
maupun grafis dalam ukuran yang lebih besar disampng pesan verbal tertulis
Umumnya digunakan oleh organisasi baik bisnis maupun sosial. Misalnya iklan
penjualan barang maupun jasa, ucapan selamat, pemberitauan, permintaan maa,
peringatan dagang, dsb. Ia dapat dilakukan oleh swasta maupun pemerinta,
organisasi sosial kemasyarakatan, pribadi dan keluarga. Untuk pemasangan
pribadi dan keluarga misalnya berupa iklan duka cita , iklan ucapan selamat,
permintaan maaf, dsb.
2. Iklan
Elektronik
- Iklan Radio
Iklan yang dipasang melalui media
radio. Iklan radio memiliki karakteristik yang khas yaitu hanya dapat didengar
melelui audio (suara) saja yang merupakan perpaduan dar kata-kata (voice),
musik dan sound effect.
- Iklan Televisi
Televisi merupakan salah satu media
yang terasuk dalm kategori above the line Iklan televisi mengandun unsu suara,
gambar dan gerak.
2. Berdasarkan tujuan
1.
Iklan Komersial
Disebut pula iklan bisnis bertujuan
untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, taanya peningkatan penjualan dimana
sasaran pesan yang dituju adalah untuk seseorang atau lembaga yang akan
mengolah dan atau menjual produk yang diiklankan tersebut kepada konsumen
akhir. Iklan komersial dapat dibagi dalam tiga jeis iklan, yaitu iklan untuk
konsumen, untuk bisnis dan iklan untuk pofesional.
2. Iklan Non Komersial( Iklan Layanan
Masyarakat)
Iklan yang digunakan untuk
menyampaikan informasi, mempersuasi atau menidik khalayak dimana tujuan akhir
bukan keuntungan ekonomi melainkan keuntungan sosial
3. Berdasarkan Bidang Isi Pesan
- Iklan Politik
- Iklan Pendidikan
- Iklan Kesehatan
- Iklan kecantikan dan perawatan tubuh
- Iklan Pariwisata
- Iklan hiburan
- Iklan Olah Raga
- Iklan Hukum
- Iklan Lowongan Pekerjaan / Recruitment
- Iklan Duka Cita
- Iklan Perkawinan
- Iklan Makanan dan Minuman
- Iklan Otomotif
- Iklan lingkungan Hidup
- Iklan Media
4. Berdasarkan
Komunikatornya
1. Iklan
Personal
2. Iklan Keluarga
3. Iklan instusi
5. Berdasarkan Wujud Produk yang Diiklankan
- Iklan Barang
- Iklan Jasa
- Iklan Barang dan Jasa
6. Berdasarkan Khalayak Sasaran Iklan
a.
Iklan untuk Pengguna Akhir
b.
Iklan untuk Distributor atau Pengecer
c.
Iklan untuk Pabrik
7. Berdasarkan cakupan / wilayah sasarannya
1. Iklan Lokal
Iklan
yang cakupan khalayak sasaran yang dituju hanya berada di wilayah local, misalnya
pedesaan atau perkotaan, atau suatu kabupaten saja. Biasa dilakukan oleh toko
kecil, salon sekolah dasar, taman kanak-kanak, di mana target khalayaknyan
tinggal di wilayah sekitar.
2. Iklan Regional
Cakupan
khalayaknya lebih dari satu wilayah local, namun terlalu jauh untuk disebut
dengan wilayah nasional, misal Prov. Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dsb.
3. Iklan Nasional
Iklan
yang target konsumennya berada di seluruh wilayah suatu negara.
4. Iklan Internasional
Iklan
yang membidik khalayaknya yang menjangkau trans nasional atau lebih dari satu
negara.
8. Berdasarkan Fungsinya
1. Iklan Informasi
Menitikberatkan isinya sebagai
sebuah informasi untuk khalayak.
2. Iklan Persuasi
Menitikberatkan pada upaya
mempengaruhi khalayak untuk melakukan sesuatu.
3. Iklan Mendidik
Menitikberatkan pada tujuan mendidik
khalayak, agar khalayak mengerti dan mempunyai
pengetahuan terhadap sesuatu.
4. Iklan Parodi/Hiburan
Dibuat untuk keperluan hiburan
semata.
Sumber : http://nonaelissa.blogspot.com/2010/11/pengertian-bahasa-iklan.html
http://notasimediaerni.wordpress.com/2011/03/18/jenis-jenis-iklan/