1.
PERBEDAAN KEPENTINGAN
Individu yang berpegang pada
prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh
individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh
karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis
dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani. Dengan itu, maka akan
muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu seperti :
a.
Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
b.
Kepentingan individu unruk memperoleh harga diri
c.
Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
d.
Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
e.
Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
f.
Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya
g.
Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
h.
Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri
2.
DISKRIMINASI & ETHOSENTRIS
# DISKRIMINASI
: tindakan yang tidak adil terhadap individu tertentu, dimana tindakan ini
dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut
#ETHOSENTRIS
: kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaanya
sendiri sebagai suatu yang prima, terbaik, mutlak dan dipergunakan sebagai
tolak ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.
3.
PERTENTANGAN DAN KETEGANGAN DALAM MASYARAKAT & CONTOHNYA
Pertentang (konflik) terjadi
karena adanya perbedaan dan kesalahpahaman antara individu atau kelompok
masyarakat yang satu dan individu atau kelompok masyarakat yang lainnya.
Konflik bisa terjadi kepada siapa saja pada berbagai lapisan sosial masyarakat.
Konflik bisa dimulai dari keluarga, masyarakat sekitar, nasional dan global.
CONTOH
: Demonstrasi, kerusuhan, tawuran dll
4.
GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERBEDA DAN INTEGRASI SOSIAL
Masyarakat Indonesia digolongkan
sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan
sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara
Indonesia. Masyarakat majemuk dipersatukan oleh sistem nasional yang
mengintegrasikannya melalui jaringan-jaringan pemerintahan, politik, ekonomi
dan sosial. Aspek-aspek dari kemasyarakatan tersebut yaitu, Suku Bangsa dan
Kebudayaan, Agama, Bahasa, Nasional Indonesia.
Integrasi sosial adalah proses
penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan.
Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras, etnik,
agama, bahasa, nilai dan norma. Syarat terjadinya integrasi sosial adalah:
1.
Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil
mengisi kebutuhan mereka
2.
Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan
bersama mengenai norma dan nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman
3.
Nilai dan norma berlaku lama dan tidak berubah
serta dijalankan secara konsisten
5.
INTEGRASI NASIONAL
Integrasi nasional adalah
penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu
keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang
banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Selain itu dapat pula diartikan bahwa
integrasi bangsa merupakan kemampuan pemerintah yang semakin meningkat untuk
menerapkan kekuasannya di seluruh wilayah (Mahfud MD, 1993:71)
Referensi
:
http://pepustakaancyber.blogspot.com
http://suci_k.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/14980/pertentangan-pertentangan-sosial-dan-integrasi(9).pdf
muchammadekodarwanto.blogspot.com
http://genius-gamers.blogspot.com/2011/11/perbedaan-kepentingan.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar