Selasa, 30 Mei 2017

Tugas 3 : Penerjemahan Berbantuan Komputer




Is Air Pollution Still The UK’s Problem?

The UK seems to be losing out at the moment to air pollution and while many of the public are under the impression that the nation breathes easy, In the UK, it’s within big cities that problems are increasing.
Recently, the UK lost two legal battles concerning cleaner air and officials are now debating problems the UK is having here. As a nation, air pollution is dropping*, but in big cities like London, the problem is not going down. Oxides of nitrogen in the air remain a concern for population health and harm to wildlife – this is what the pollution is. Oxides of nitrogen have limits in areas but these are frequently broken, down to increased use of vehicles like diesel and petrol cars, old buses in circulation as well as gas and central heating from homes.
Looking at London alone, it seems that in some areas, diesel private cars are large contributors whilst gas and central heating is the main culprit in other parts of the city, however consideration must be made that the biggest proportion of pollution in UK cities does come from road transport in general and overall diesel cars are much more polluting than petrol cars on a local scale. Smaller percentages of the bigger picture of pollution are coming from taxis, industry and other machinery, such as on building sites.
There are solutions for improving the UK’s air quality, to wipe out the largest factor, old buses and lorries in cities, is the most economical solution but smaller actions on large scale will help the problem too, for example:
Insulating homes so they don’t burn as much gas, people are reluctant to change energy companies but research will prove that some companies will reduce pollution and save money.
Stopping wood-burning stoves in cities might help a bit.
Cutting pollution from ships would be good in port cities like Poole and Southampton.
Reducing use of some chemicals in the home would help a little.
The World Health Organization estimates that every year, outdoor air pollution is linked to more than three million premature deaths – making it the world’s greatest environmental health risk so for this we should be more informed about our air quality; fortunately there are schemes encouraging information all the time, yesterday concluded the end of the BBC weeklong series SoICanBreathe, all about air pollution, I would say it is worth reading up on the air we breathe every day, if not as another way we can help improve the environment.
*Excluding Ammonia for agriculture is another massive air pollution contributor and methods to stop this are a focus.

[Google Translate Result]


Apakah Polusi Udara Masih Masalah di Inggris?

Inggris tampaknya kehilangan saat ini karena polusi udara dan sementara banyak masyarakat mendapat kesan bahwa negaranya bernafas dengan mudah, Di Inggris, di kota-kota besar, masalah semakin meningkat.

Baru-baru ini, Inggris kehilangan dua pertarungan hukum mengenai udara bersih dan para pejabat sekarang memperdebatkan masalah yang dimiliki Inggris di sini. Sebagai sebuah negara, polusi udara menurun *, tapi di kota-kota besar seperti London, masalahnya tidak akan turun. Oksida nitrogen di udara tetap menjadi perhatian kesehatan penduduk dan membahayakan satwa liar - inilah polusinya. Oksida nitrogen memiliki batas di daerah tapi ini sering rusak, hingga penggunaan kendaraan yang meningkat seperti mobil diesel dan bensin, bus tua yang beredar serta pemanas gas dan sentral dari rumah.

Melihat London sendiri, nampaknya di beberapa daerah, mobil pribadi diesel adalah kontributor besar sementara gas dan pemanas sentral adalah penyebab utama di bagian lain kota ini, namun pertimbangan harus dibuat bahwa proporsi polusi terbesar di kota-kota di Inggris memang datang. Dari transportasi darat pada umumnya dan keseluruhan mobil diesel jauh lebih berpolusi daripada mobil bensin dalam skala lokal. Persentase yang lebih kecil dari gambaran polusi yang lebih besar berasal dari taksi, industri dan mesin lainnya, seperti di lokasi bangunan.

Ada solusi untuk meningkatkan kualitas udara Inggris, untuk menghapus faktor terbesar, bus tua dan truk di kota, adalah solusi yang paling ekonomis namun tindakan yang lebih kecil dalam skala besar akan membantu masalah juga, misalnya:

Rumah isolasi sehingga tidak membakar gas sebanyak-banyaknya, orang enggan mengganti perusahaan energi namun penelitian akan membuktikan bahwa beberapa perusahaan akan mengurangi polusi dan menghemat uang.

Menghentikan tungku pembakaran kayu di kota bisa membantu sedikit.

Pemotongan polusi dari kapal akan bagus di kota-kota pelabuhan seperti Poole dan Southampton.

Mengurangi penggunaan beberapa bahan kimia di rumah akan sedikit membantu.

Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa setiap tahun, polusi udara luar ruangan terkait dengan lebih dari tiga juta kematian dini - menjadikannya sebagai risiko kesehatan lingkungan terbesar di dunia sehingga untuk ini kita harus lebih mengetahui kualitas udara kita; Untungnya ada skema yang mendorong informasi setiap saat, kemarin menyimpulkan akhir rangkaian mingguan BBC SoICanBreathe, semua tentang polusi udara, saya akan mengatakan bahwa layak untuk membaca di udara yang kita hirup setiap hari, jika bukan karena cara lain yang dapat kita bantu. Memperbaiki lingkungan

* Tidak termasuk Amonia untuk pertanian adalah kontributor polusi udara dan metode lain untuk menghentikan ini adalah fokus.
[Proof Reading Result]

Apakah Polusi Udara Masih Menjadi Masalah di Inggris?
Inggris saat ini nampaknya akan kalah dengan polusi udara, sementara itu banyak dari warganya yang memiliki kesan bahwa mereka dapat bernapas dengan mudah, Di Inggris, masalah-masalah tersebut meningkat di kota-kota besar.
Baru-baru ini Inggris mengalami dua kekalahan hukum mengenai udara bersih dan sekarang para pejabat memperdebatkan masalah yang sedang dimiliki Inggris di sini. Sebagai sebuah negara, tingkat polusi udara tersebut telah menurun*, namun di kota-kota besar seperti London masalah tersebut tidak kunjung hilang. Gas-gas nitrogen oksida di udarah masih menjadi sebuah perhatian bagi kesehatan populasi dan kerugian bagi kehidupan liar-hal inilah yang disebut dengan polusi. Gas-gas nitrogen oksida memiliki batas di daerah-daerah, namun hal ini seringkali berubah karena meningkatnya penggunaan dari kendaraan-kendaraan bermotor seperti diesel dan mobil berbahan bakar minyak, bis-bis tua yang beroperasi dan juga gas dan pusat pemanas dari rumah-rumah.
Melihat London itu sendiri tampaknya di beberapa daerah mobil-mobil pribadi yang menggunakan diesel merupakan kontributor besar sementara gas dan pusat pemanas adalah tersangka utama di beberapa daerah dari kota tersebut, bagaimanapun juga pertimbangan harus dibuat bahwa umumnya proporsi terbesar dari polusi di kota-kota Inggris bukan datang dari alat transportasi jalanan dan secara keseluruhan kendaraan-kendaraan yang menggunakan diesel sangat lebih berpopulasi dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak dalam skala lokal. Persentase yang lebih kecil dari masalah polusi berasal dari taksi-taksi, industri, dan alat-alat mesin lain seperti yang ada di daerah-daerah pembangunan.
Hal-hal ini merupakan solusi untuk memperbaiki kualitas udara di Inggris, untuk menghilangkan faktor terbesar, bis-bis tua dan truk-truk di kota adalah solusi yang paling ekonomis namun aksi yang lebih kecil dalam skala yang besar akan membantu menyelesaikan masalah tersebut juga, contohnya:
Menyekat rumah-rumah sehingga mereka tidak membakar begitu banyak gas, orang-orang enggan mengganti perusahaan tenaga namun penelitian akan membuktikan beberapa perusahaan akan mengurangi polusi dan menghemat uang.
Menghentikan pemakaian kompor berbahan bakar kayu di kota-kota mungkin akan sedikit membantu.
Memotong polusi dari kapal-kapal akan bagus di kota-kota pelabuhan seperti Poole dan Southampton.
Mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia di rumah akan sedikit membantu.
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa setiap tahunnya polusi udara di luar ruangan mengakibatkan lebih dari tiga juta kematian dini menjadikannya resiko kesehatan lingkungan yang paling tinggi di dunia. Oleh karena itu kita harus lebih tahu tentang kualitas udara kita; untungnya ada beberapa skema yang memberikan informasi setiap waktu, kemarin termasuk akhir dari serial BBC SoICanBreathe selama sepekan, semua membahas polusi udara, bisa ku katakan bahwa itu layak untuk dibaca di saat kita menghirup udara setiap hari, jika bukan sebagai cara lain untuk kita memperbaiki lingkungan.
*Selain gas Amonia untuk pertanian merupakan kontributor besar yang lain bagi polusi udara dan metode untuk menghentikannya adalah fokusnya.

Jumat, 05 Mei 2017

Tugas 2 : Penerjemahan Berbantuan Komputer




Edgar Allan Poe
1809-1849 , Boston , MA
Description: Edgar Allan PoeOn January 19, 1809, Edgar Allan Poe was born in Boston, Massachusetts. Poe’s father and mother, both professional actors, died before the poet was three years old, and John and Frances Allan raised him as a foster child in Richmond, Virginia. John Allan, a prosperous tobacco exporter, sent Poe to the best boarding schools and later to the University of Virginia, where Poe excelled academically. After less than one year of school, however, he was forced to leave the university when Allan refused to pay Poe’s gambling debts.

Poe returned briefly to Richmond, but his relationship with Allan deteriorated. In 1827, he moved to Boston and enlisted in the United States Army. His first collection of poems, Tamerlane, and Other Poems, was published that year. In 1829, he published a second collection entitled Al Aaraaf, Tamerlane, and Minor Poems. Neither volume received significant critical or public attention. Following his Army service, Poe was admitted to the United States Military Academy, but he was again forced to leave for lack of financial support. He then moved into the home of his aunt Maria Clemm and her daughter Virginia in Baltimore, Maryland.

Poe began to sell short stories to magazines at around this time, and, in 1835, he became the editor of the Southern Literary Messenger in Richmond, where he moved with his aunt and cousin Virginia. In 1836, he married Virginia, who was fourteen years old at the time. Over the next ten years, Poe would edit a number of literary journals including the Burton’s Gentleman’s Magazine and Graham’s Magazine in Philadelphia and the Broadway Journal in New York City. It was during these years that he established himself as a poet, a short story writer, and an editor. He published some of his best-known stories and poems, including “The Fall of the House of Usher," “The Tell-Tale Heart," “The Murders in the Rue Morgue," and “The Raven.” After Virginia’s death from tuberculosis in 1847, Poe’s lifelong struggle with depression and alcoholism worsened. He returned briefly to Richmond in 1849 and then set out for an editing job in Philadelphia. For unknown reasons, he stopped in Baltimore. On October 3, 1849, he was found in a state of semi-consciousness. Poe died four days later of “acute congestion of the brain.” Evidence by medical practitioners who reopened the case has shown that Poe may have been suffering from rabies.

Poe’s work as an editor, a poet, and a critic had a profound impact on American and international literature. His stories mark him as one of the originators of both horror and detective fiction. Many anthologies credit him as the “architect” of the modern short story. He was also one of the first critics to focus primarily on the effect of style and structure in a literary work; as such, he has been seen as a forerunner to the “art for art’s sake” movement. French Symbolists such as Mallarmé and Rimbaud claimed him as a literary precursor. Baudelaire spent nearly fourteen years translating Poe into French. Today, Poe is remembered as one of the first American writers to become a major figure in world literature.

Selected Bibliography

Poetry
Tamerlane and Other Poems (1827)
Al Aaraaf, Tamerlane, and Minor Poems (1829)
Poems (1831)
The Raven and Other Poems (1845)
Eureka: A Prose Poem (1848)

Fiction
Berenice (1835)
Ligeia (1838)
The Fall of the House of Usher (1839)
Tales of the Grotesque and Arabesque (1939)
Murders in the Rue Morgue (1841)
The Black Cat (1843)
The Tell-Tale Heart (1843)
The Purloined Letter (1845)
The Cask of Amontillado (1846)
The Oval Portrait (1850)
The Narrative of Arthut Gordon Pym of Nantucket (1850)

Description: Edgar Allan Poe[Google Translate Result]
Edgar Allan Poe
1809-1849, Boston, MA

Pada tanggal 19 Januari 1809, Edgar Allan Poe lahir di Boston, Massachusetts. Ayah dan ibu Poe, keduanya aktor profesional, meninggal sebelum penyair berusia tiga tahun, dan John dan Frances Allan mengangkatnya sebagai anak asuh di Richmond, Virginia. John Allan, seorang eksportir tembakau yang makmur, mengirim Poe ke sekolah asrama terbaik dan kemudian ke Universitas Virginia, tempat Poe unggul secara akademis. Setelah kurang dari satu tahun sekolah, bagaimanapun, dia terpaksa meninggalkan universitas saat Allan menolak membayar hutang perjudian Poe.

Poe kembali sebentar ke Richmond, tapi hubungannya dengan Allan memburuk. Pada tahun 1827, dia pindah ke Boston dan terdaftar di Angkatan Darat Amerika Serikat. Koleksi puisi pertamanya, Tamerlane, dan Other Poems, diterbitkan tahun itu. Pada tahun 1829, ia menerbitkan koleksi kedua yang berjudul Al Aaraaf, Tamerlane, dan Minor Poems. Tidak ada volume yang mendapat perhatian kritis atau perhatian yang signifikan. Setelah mendapatkan layanan Angkatan Daratnya, Poe diterima di Akademi Militer Amerika Serikat, namun dia kembali dipaksa untuk pergi karena kurangnya dukungan finansial. Dia kemudian pindah ke rumah bibinya Maria Clemm dan putrinya Virginia di Baltimore, Maryland.

Poe mulai menjual cerita pendek ke majalah sekitar saat ini, dan, pada tahun 1835, dia menjadi editor Messenger Sastra Selatan di Richmond, tempat dia pindah dengan bibinya dan sepupunya Virginia. Pada tahun 1836, ia menikahi Virginia, yang saat itu berusia empat belas tahun. Selama sepuluh tahun berikutnya, Poe akan mengedit sejumlah jurnal sastra termasuk Majalah Burton's Gentleman's and Graham's Magazine di Philadelphia dan Broadway Journal di New York City. Pada tahun-tahun inilah dia membuktikan dirinya sebagai seorang penyair, seorang penulis cerita pendek, dan seorang editor. Dia menerbitkan beberapa kisah dan syairnya yang paling terkenal, termasuk "Kejatuhan Rumah Usher," "Hati Beritahu," "Pembunuhan di Rue Morgue," dan "The Raven." Setelah kematian Virginia dari TBC pada tahun 1847, perjuangan seumur hidup Poe dengan depresi dan alkoholisme memburuk.Dia kembali sebentar ke Richmond pada tahun 1849 dan kemudian berangkat untuk pekerjaan editing di Philadelphia.Untuk alasan yang tidak diketahui, dia berhenti di Baltimore.Pada tanggal 3 Oktober 1849, dia ditemukan di Sebuah keadaan setengah sadar.Poe meninggal empat hari kemudian karena "kemacetan akut otak." Bukti oleh praktisi medis yang membuka kembali kasus tersebut telah menunjukkan bahwa Poe mungkin menderita rabies.

Karya Poe sebagai editor, penyair, dan kritikus memiliki dampak besar pada literatur Amerika dan internasional. Kisahnya menamainya sebagai salah satu penggagas fiksi horor dan detektif. Banyak antologi yang menganggapnya sebagai "arsitek" dari cerita pendek modern. Dia juga salah satu kritikus pertama yang berfokus terutama pada pengaruh gaya dan struktur dalam karya sastra; Dengan demikian, ia telah dipandang sebagai cikal bakal gerakan "seni demi seni". Symbolists Prancis seperti Mallarmé dan Rimbaud mengklaimnya sebagai prekursor sastra. Baudelaire menghabiskan hampir empat belas tahun untuk menerjemahkan Poe ke dalam bahasa Prancis. Hari ini, Poe dikenang sebagai salah satu penulis Amerika pertama yang menjadi tokoh besar dalam sastra dunia.

Bibliografi terpilih

Puisi
Tamerlane dan Puisi Lainnya (1827)
Al Aaraaf, Tamerlane, dan Minor Poems (1829)
Puisi (1831)
Puisi Raven dan Lainnya (1845)
Eureka: Puisi Prosa (1848)

Fiksi
Berenice (1835)
Ligeia (1838)
Kejatuhan Rumah Usher (1839)
Kisah-kisah yang Aneh dan Arab (1939)
Pembunuhan di Rue Morgue (1841)
Kucing Hitam (1843)
Hati Tell-Tale (1843)
Surat Purloined (1845)
Tongkang Amontillado (1846)
Portrait Oval (1850)
Narasi Arthut Gordon Pym dari Nantucket (1850)


Description: Edgar Allan Poe [Proofreading Result]
Edgar Allan Poe
1809-1849, Boston, MA

Edgar Allan Poe lahir di Boston, Massachusetts pada 19 Januari 1809. Kedua orangtua Poe merupakan aktor profesional. Mereka meninggal pada saat Poe belum berumur tiga tahun. Lalu John dan Fransces Allan mengangkatnya sebagai anak dan membesarkannya di Richmond, Virginia. John Allan merupakan pengekspor tembakau yang sukses. Ia mengirim Poe ke sekolah asrama terbaik yang sekarang dikenal dengan Universitas Virginia di mana di sana ia unggul secara akademik. Kurang dari satu tahun bersekolah di sana, Poe dipaksa meninggalkan Universitas ketika Allan menolak untuk membayar hutang-hutang perjudian milik Poe.

Singkat cerita Poe kembali ke Richmond, namun hubungannya dengan Allan kian memburuk. Pada 1827 ia mendaftarkan diri ke Akademi Milter Amerika Serikat. Koleksi puisi pertamanya yang berjudul Tamerlane, and Other Poems dipublikasikan di tahun yang sama. Pada 1829 ia kembali mempublikasikan koleksi ke-duanya yang berjudul Al-Araaf, Tamerlane, and Minor Poems. Dengan karya tersebut ia tidak juga menerima kritikan yang berarti ataupun perhatian publik. Bicara tentang pekerjaan militernya, Poe akhirnya diterima di Akademi Militer Amerika Serikat. Namun, lagi, ia harus dikeluarkan secara terpaksa karena masalah biaya. Setelah itu ia pindah ke rumah bibinya, Maria Clemm, yang tinggal bersama anak perempuannya yang bernama Virginia di Baltimore, Maryland.

Poe mulai menjual cerita-cerita pendek ke majalah-majalah pada waktu itu, dan pada tahun 1835 ia menjadi seorang penyunting untuk Southern Literary Messenger di Richmond. Ia menikahi Virginia yang baru berusia empat belas tahun saat itu pada 1836. Di lebih dari sepuluh tahun berikutnya ia telah menyunting banyak jurnal-jurnal sastra termasuk di The Burton’s Gentleman’ Magazine dan Graham’s Magazine di Philadelphia dan Brodway Journal di kota New York. Pada tahun tersebut ia menetapkan dirinya sebagai penyair, penulis cerita-cerita pendek, dan penyunting. Ia telah mempublikasikan karya-karyanya yang terkenal seperti “The Fall of the House of Usher”, “The Tell-Tale Heart”, “The Murder in the Rue Morgue”, dan “The Raven”. Setelah kematian istrinya yang dikarenakan penyakit tuberculosis pada 1847, perjuangan hidup Poe yang penuh dengan depresi dan pemabuk berat semakin memburuk. Ia kembali ke Richmond pada 1849 dan berhenti penjadi penyunting di Philadelphia. Dengan alasan yang tidak jelas ia tinggal di Baltimore. Poe ditemukan tidak sadarkan diri pada Oktober 1849. Poe wafat empat hari setelah mengalami penyumbatan otak yang akut. Bukti dari para pelaku medis yang membuka kembali kasusnya menyatakan bahwa Poe mungkin telah mengalami rabies.

Poe bekerja sebagai penyunting, penyair, dan kritikus yang memiliki pengaruh besar terhadap sastra di Amerika maupun Internasional. Karya-karyanya menjadikan ia sebagai salah satu pelopor cerita horror maupun detektif fiksi. Banyak anthologies memberinya gelar sebagai “arsitek” dari cerita pendek modern. Ia juga merupakan salah satu kritikus pertama yang fokus pada pengaruh gaya dan struktur pada karya sastra; dengan begitu ia dianggap sebagai pelopor untuk pergerakan “seni untuk kepentingan seni”. Ahli ilmu logika Prancis seperti Mallarmé dan Rimbaud menyatakan bahwa Poe merupakan seorang pelopor di bidang sastra. Baudelaire menghabiskan waktu hampir empat belas tahun untuk menerjemahkan karya-karya Poe ke dalam bahasa Prancis. Sekarang Poe dikenang sebagai salah satu penulis Amerika pertama yang menjadi tokoh besar di bidang sastra dunia.

Daftar Pustaka Terpilih

Puisi
Tamerlane and Other Poems (1827)
Al Aaraaf, Tamerlane, and Minor Poems (1829)
Poems (1831)
The Raven and Other Poems (1845)
Eureka: A Prose Poem (1848)

Fiksi
Berenice (1835)
Ligeia (1838)
The Fall of the House of Usher (1839)
Tales of the Grotesque and Arabesque (1939)
Murders in the Rue Morgue (1841)
The Black Cat (1843)
The Tell-Tale Heart (1843)
The Purloined Letter (1845)
The Cask of Amontillado (1846)
The Oval Portrait (1850)
The Narrative of Arthut Gordon Pym of Nantucket (1850)